Psychommunity Seminar Nasional Psikologi Esa Unggul

Seminar Nasional ini dapat terselenggara karena adanya kerjasama antara Universitas Esa Unggul dengan Universitas Wijaya Putra, sebagai salah satu bentuk dari program MBKM. Selain itu kegiatan ini dapat terlaksana berkat bantuan dari beberapa pihak. Untuk itu pada kesempatan ini ijinkan kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor Universittas Esa Unggul dan Universitas Wijaya Putra, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra beserta jajarannya, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul dan jajaranya, para narasumber, teman-teman mahasiswa BEMF Universitas Esa Unggul dan Universitas Wijaya Putra, dan sponsor dari Erlangga.

Journal Homepage Image

SAMBUTAN DEKAN

Assalammu’alaikum, wr., wb

 Yang terhormat, :

  • Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA – Rektor Universitas Esa Unggul
  • Dr. Budi Endarto, SH., M. Hum. – Rektor Universitas Wijaya Putra
  • Firsty Oktaria Grahani, M. Psi., Psikolog – Dekan Psikologi UWP
  • Bapak Dimas Aryo Wicaksono., S. Psi., M. Sc - Ketua APIO Jawa Timur
  • Prof. Dr. Lidya Freyani Hawani, M. Si., MM., Psikolog – Guru Besar UI
  • Bapak Ibu Wakil Rektor UEU dan UWP
  • Ketua LPPM UEU dan UWP
  • Para seluruh panitia dan seluruh peserta seminar.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kenikmatan kepada kita semua, seperti nikmat sehat yang kita rasakan saat ini sehingga kita masih bisa menyelenggarakan kegiatan seminar nasional dengan tema "Hebat Dalam Menyiapkan Tantangan Internasional Dalam Era Society 5.0 (Humanist, Optimist, Active, Creative)"

Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta seminar di hari ini. Melalui kegiatan seminar ini bersama-sama kita akan berbagi informasi tentang berbagai permasalahan terutama yang terkait dengan tantangan di Era Society 5.0. Dan diharapkan melalui kegiatan ini kita dapat menciptakan ide-ide inovasi sekaligus memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya.

Seperti yang kita telah ketahui bersama Era Society 5.0 pertama kali diperkenalkan oleh Pemerintah Jepang pada tahun 2019 yang lalu. Era 5.0 ini  sebagai bentuk antisipasi dari gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4.0, yang menyebabkan ketidakpastian yang kompleks dan ambigu (VUCA) yang tentu saja telah menimbulkan kekhawatiran  akan  tergerusnya nilai-nilai karakter kemanusiaan yang telah ada. Hadirnya Era Society 5.0 ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan inovasi-inovasi yang telah tercipta pada era 4.0 lalu, seperti Internet on Things (IoT), Artificial Intelligence, Big data dan kehadiran robot yang digadang-gadang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia.

Konsep revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang jauh, hanya saja konsep Society 5.0 lebih berfokus terhadap manusia, sedangkan revolusi industri menggunakan artificial intellegence sebagai komponen utamanya. Dan  Era Society 5.0 manusia tetap sebagai komponen utama dalam menggunakan teknologi modern dan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan yang ada pada manusia dan masalah ekonomi di masa yang akan datang. Untuk dapat menghadapi tantangan di Era Society 5.0 ini maka diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan kompeten. Dunia pendidikan memiliki peran yang sangat penting, dan system pendidikan yang ada selama ini harus berubah.

Pada abad 20 dan 21 telah terjadi perubahan di bidang pendidikan. Di Abad 20, pusat informasi bersumber dari buku, dengan wilayah yang cukup terbatas. Namun sejak memasuki abad 21, tidak hanya buku sebagi sumber informasi, sumber belajar dapat diambil dari berbagai akses, seperi penggunaan internet, platform, teknologi serta pengembangan kurikulum secara global. Peserta didik bervariasi dan setiap perserta didik dpandang sebagai komunitas pembelajar yang dapat terhubung tanpa batas. Di Indonesia dimaknai sebagai merdeka belajar. Konsep belajar dalam menghadapi Era Society 5.0 memberi raung kepada peserta didik untuk belajar kreatif dan inovatif. Peserta didik diberikan kesempatan untuk belajar tanpa ada batas ruang dan waktu dengan pemanfaatan internet, sumber belajar dan informasi dapat disiapkan oleh peserta didik itu sendiri yang dapat di akses dan dibawa kemanapun peserta didik berada, berdiskusi dengan dan bersama siapapun tanpa ada batasan tingkatan.

Pemilihan model pembelajaran yang tepat seperti discovery learning, project based learning, problem based learning, dan inquiry learning. Melalui model pembelajaran yang lebih banyak memberi kesempatan peserta didik untuk terlibat langsung dalam pembelajaran dapat mendorong para peserta didik membangun kreativitas serta berpikir kritis. Selain itu, penerapan model hybrid/blended learning  mendukung kemudahan para peserta didik dan pendidik untuk saling terhubung tanpa batas. Model hybrid/blended learning bisa menjadi pilihan tepat bagi perguruan tinggi untuk mendukung program merdeka belajar.

Di dalam seminar kita bersama-sama akan mendengarkan lebih jauh tentang apa itu Era Society 5.0, bagaimana dan apa yang akan kita lakukan untuk dapat menghadapi tantangan di Era 5.0 ini. Demikian sambutan dari kami, sekali lagi kami ucapkan selamat datang dan selamat menikmati jalannya seminar ini. Semoga dapat memberikan manfaat positif bagi kita semua. Terima Kasih..

Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh.

 

Dekan Fakultas Psikologi - Universitas Esa Unggul, Jakarta

Yuli Asmi Rozali, M. Psi., Psikolog

Announcements

 

Dokumentasi Kegiatan

 
 
Posted: 2022-01-20
 
More Announcements...

2021: SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPER "HEBAT DALAM MENYIAPKAN TANTANGAN INTERNASIONAL DI ERA SOCIETY 5.0"


Cover Page